pelatihan

Pelatihan UMKM

Bekerja sama dengan berbagai entitas, mulai dari perusahaan teknologi hingga pemerintah,
Pelatihan UMKM

Bekerja sama dengan berbagai entitas, mulai dari perusahaan teknologi hingga pemerintah, Dicoding siap melatih ratusan ribu calon talenta digital tahun ini.

Indonesia adalah negara peringkat keempat di dunia secara populasi. Jika kita dapat memanfaatkan momentum digitalisasi maka kita dapat memiliki peringkat yang sama secara ekonomi. Namun untuk mencapai itu dibutuhkan 9 juta talenta digital selama 2015 – 2030 atau 600 ribu per tahunnya berdasarkan riset dari World Bank dan Kementerian Keuangan.

Sayangnya, angka permintaan tidak seimbang dengan angka produksi. Setiap tahun Indonesia hanya menghasilkan 180 ribu lulusan perguruan tinggi dari program studi teknologi. Angka ini membuat Indonesia mengalami defisit talenta digital sebanyak 420 ribu orang per tahun. Kekurangan talenta digital ini menjadi masalah yang ingin Dicoding Indonesia selesaikan.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Berdiri sejak tahun 2015, Dicoding Indonesia memiliki visi untuk mengakselerasi transisi Indonesia menuju dunia digital melalui pendidikan teknologi yang mentransformasi kehidupan. Memperingati 8 tahun kontribusinya di dunia pendidikan teknologi, pada Sabtu (11/02) lalu, Dicoding menggelar Dicoding Developer Conference.

CEO Dicoding di acara Dicoding Developer Conference

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1,000 developer professional lulusan Dicoding dari pelosok tanah air dilaksanakan di Harris Hotel & Convention Festival Citylink, Bandung. Pada kesempatan tersebut, Dicoding mengumumkan berbagai macam inovasi baru, berbagai program beasiswa baru, dan memberikan penghargaan kepada developer-developer terbaik Indonesia.

Partisipan Dicoding Developer Conference

Para IT Developer partisipan DDC 2023

Salah satu kunci untuk mencetak talenta digital berkualitas adalah dibutuhkan kurikulum dengan standar global. Dalam kesempatan ini Dicoding mengumumkan alur belajar baru Data Science untuk melengkapi 9 alur belajar yang telah tersedia sebelumnya. Data Science masuk dalam pekerjaan yang paling dicari berdasarkan laporan Emerging Jobs Report dari LinkedIn.

Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi mengungkapkan, “Materi belajar di Dicoding terus-menerus kita perbarui, kita tambahkan dan sesuaikan dengan kebutuhan skill di Industri”.

Selain kurikulum yang berkualitas, dalam proses mencetak talenta digital yang masif dibutuhkan transfer knowledge dari pelaku industri. Dicoding meluncurkan Dicoding Elite yang memungkinkan lulusan Dicoding yang telah bekerja di startup, perusahaan teknologi, ataupun menjadi enterpreneur untuk berkontribusi dalam mencetak talenta digital untuk Indonesia.

Peluncuran Dicoding Elite ke publik oleh Nur Rohman, CPO Dicoding

“Dengan Elite, kami berharap para lulusan Dicoding yang sudah berkarya di industri bisa membantu siswa Dicoding agar dapat mempersiapkan diri untuk bersaing di industri nantinya” ujar Chief Product Officer Dicoding, Nur Rohman.

Pada Dicoding Developer Conference 2023, Dicoding juga meluncurkan 2 program beasiswa yang didukung oleh perusahaan teknologi dunia. Pertama adalah program Back-End & DevOps hasil kerja sama antara Dicoding dengan AWS yang memberikan kesempatan kepada 120.000 developer. Informasi lebih lanjut tentang program beasiswa ini juga dapat ditemukan di laman. Kedua, DBS Foundation Coding Camp yang memberikan kesempatan kepada 102.000 beasiswa. Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa kedua bisa ditemukan di laman.

Dicoding bersama para mitra

Dicoding juga memberikan apresiasi dalam bentuk award kepada 8 developer yang berperan aktif membantu Dicoding mencetak talenta digital di Indonesia. Salah satu yang menerima penghargaan adalah Marla Marlena karena telah berkontribusi dalam forum diskusi dan memberikan 9,735 jawaban yang menjadi solusi bagi 700.000 siswa yang belajar di dicoding.

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono mengatakan bahwa “420 ribu setiap tahun bukan angka yang sedikit. Oleh karena itu dibutuhkan gotong royong dari perusahaan teknologi, pemerintah, dan developer yang sudah sukses di industri untuk bisa mencetak talenta digital secara masif.”

Banyaknya program beasiswa yang Dicoding luncurkan atas hasil kerja sama dengan berbagai entitas merupakan salah satu langkah nyata Dicoding agar bisa mencetak talenta teknologi sebanyak mungkin. Dicoding berharap kelahiran para talenta digital baru di Indonesia ini bisa membuat tanah air tak hanya menjadi pasar, tetapi juga dapat mengambil momentum digitalisasi agar Indonesia dapat maju dari segi teknologi sekaligus ekonomi.


Terbuka hingga

May 15, 2023

Join Now